Fokus di Bisnis Online, Tak Bisa Melangkah Menginjakkan Kaki di Mekkah - Cetar Shop Cianjur

Fokus di Bisnis Online, Tak Bisa Melangkah Menginjakkan Kaki di Mekkah

1 tahun yang lalu    

Sahabat CSC, masa remaja menjadi masa-masa paling menyenangkan ya, bagi kebanyakan orang? Yang mana, dimasa-masa tersebut biasanya digunakan oleh para remaja untuk mengexplore segala hal yang baru, mengunjungi setiap tempat  yang ingin diketahui, mengejar cita-cita, bercanda-ria bersama teman-teman, melakukan kekonyolan, yang kadang sampe susah dilupa saking menyenangkannya masa remaja tersebut.

Tapi  beda dengan Teh Yesi, owner Cetar Shop Cianjur, masa-masa remaja nya kurang begitu ia nikmati. Lebih banyak diisi dengan duka, air mata. Wah, ada apakah gerangan? Berikut curahan hati gadis kelahiran cianjur 15 Agustus 1989 ini kepada admin

 

Semua berawal ketika aku menginjak usia 15tahun, dimana harusnya aku menikmati masa remajaku, aku mengalami kecelakaan jatuh dari tangga hingga menyebabkan aku tidak bisa berjalan seperti biasanya. Sekolahku putus, hanya sampai SMP karena uang yang dipunya orangtua lebih difokuskan untuk pengobatan fisikku. Untuk kesehatanku. Kesehatanku yang utama dibanding sekolah atau yang lain-lainnya, itu fikir orangtuaku saat itu. Berbagai jenis pengobatan aku tempuh, dari mulai dokter spesialis, umum, pengobatan alernatif, dll. Betahun-tahun orangtuaku fokus kepengobatanku, tapi aku masih tidak bisa berjalan seperti biasa. Semua simpanan hampir habis. Aku down saat itu, aku ingin seperti sahabat-sahabatku: melanjutkan sekolah, bermain, tapi apa daya, gerak langkahku sudah terbatas. Hidupku terasa buntu, yang tersisa hanya kesedihan. Sebelumnya, semenjak lahir sebenarnya aku pun memiliki keterbatas fisik yang lain, yang mana tangan kananku tidak normal seperti pada umumnya tapi hal itu tak membuatku terlalu sedih, karena aku masih bisa beraktivitas normal seperti yang lain, namun ketika aku tidak bisa jalan, apa yg sebelumnya biasa kukerja kan, tak lagi bisa ku kerjakan. Jika biasanya aktivitasku padat dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, setelah tidak bisa berjalan semua terhenti. Ini yang membuatku teramat sangat sedih. Tapi aku sadar, hidup tidak berhenti. Aku tidak boleh terus patah semangat, ada orangtua yang menginginkan aku bisa bahagia seperti remaja yang lain, terbukti dari keseriusan mereka yang selalu mengusahakan kesembuhanku.

 

Masih tersisa satu cita- citaku yang masih bisa di upayakan meski aku hanya diam dirumah, yaitu menjadi seorang penulis. Dipertemukan dengan seorang wartawati Majalah Islami di Bandung adalah kado terindah untukku saat itu, aku belajar banyak soal dunia menulis darinya lewat surat-menyurat karena saat itu aku belum mengenal internet. Hingga beberapa tahun kemudian, tepatnya Mei 2011 aku berhasil menerbitkan novel Cinta pada Pendengaran Pertama. Meski hanya diterbitkan secara indie, tapi sangat membuatku senang. Karena sejak saat itu orang-orang mulai mengenalku, aku diwawancarai oleh koran lokal Cianjur, yaitu koran daerahku. Prestasiku yang berhasil menerbitkan novel tersebut pun, dimuat juga dimajalah remaja sekolah menengah umum cianjur. Aku juga sempat talksow disebuah radio berkaitan dengan novelku tersebut. Aku senang sekali akhirnya bisa membuat bahagia orangtua-ku di usiaku yang ke 20tahun dengan keadaan fisikku yang tidak sama dengan teman-temanku & sudah tidak seperti dulu

Aku & Karyaku, novel "Cinta pada Pendengaran Pertama"

 

Berhasil menerbitkan novel, tak lantas membuatku puas. Ada yang mengganjal dihatiku. Kebutuhan hidupku mulai banyak seiring bertambahnya usia. Untuk membeli buku-buku pavouritku, pulsa, kuota internet, dll, yang tidak mungkin terus mengandalkan orangtuaku. Aku malu, aku sudah dewasa. Ada keinginan kuat untuk bisa mandiri dalam hal finansial. Jika dalam hal lain aku tidak bisa mandiri karena aku sudah tidak bisa berjalan seperti dulu, yang mana untuk mengerjakan banyak hal aku perlu dibantu orang lain. Seperti jika mau pergi-pergi, harus ada yang mendampingiku, tidak bisa lagi pergi-pergi sendiri semau-ku karena kini ada alat bantu yaitu kursi roda untuk pergi-pergi yang tidak bisa ku operasikan sendiri. Dan keperluan pribadiku seperti mencuci pakaian, memasak makanan yang tak bisa lagi ku kerjakan secara mandiri, maka dalam hal finansial aku harus mandiri! Tekadku saat itu.

 

Aku mulai mencari-cari peluang usaha, segala jenis usaha yang masih bisa dikerjakan dirumah tanpa banyak memerlukan gerak fisik, kugeluti. Mulai jualan pulsa, edit foto, jasa ketik, dll. Sampai akhirnya aku terpikirkan untuk menjalani bisnis online, karena setelah menerbitkan novel, aku makin akrab dengan internet, online sudah menjadi kebutuhan pokokku untuk berinteraksi dengan teman-teman penulis diseluruh pelosok & mancanegara. Bahkan novelku pun yang hanya dipasarkan secara online oleh penerbitnya karena memang hanya buku indie, ikut kupasarkan juga di blog dengan bantuan kawan Blogger Pontianak, tidak hanya mengandalkan penerbit saja. Kerja keras kami membuahkan hasil memuaskan, novelku terjual cukup banyak. “Prestasi luar biasa untuk seukuran buku indie yang ditulis oleh seorang penulis pemula,” ujar temanku saat itu.

 

Kesuksesanku dalam memasarkan novel perdanaku secara online, membuatku kemudian berpikir untuk menggeluti bisnis online dan fokus menjual Busana Muslim yang saat itu pasarnya mulai bagus. April 2012 aku me-launching toko online yang diberi nama YM Online Store. YM yang berarti Yesi Moci (Mojang Cianjur), nama pena yang digunakan di novelku. Menggunakan nama tersebut dengan harapan orang-orang lebih mudah mengenali toko onlineku, terutama para pembaca novel Cinta pada Pendengaran Pertama (di tahun 2017 bulan januari, nama YM Online Store diganti dengan Cetar Shop Cianjur. Karena sudah berganti konsep, yaitu menjadi Distributor ragam Busana Muslim & pelengkapnya untuk area Cianjur. Agar semakin jelas identitasnya, dimana toko onlineku berada dan berharap semoga semakin cetar dengan nama baru tersebut)

Tampilan web Cetar Shop Cianjur

 

Kembali dibantu oleh kawan Blogger Pontianak tadi, aku mengerjakan bisnis onlineku. Di awal berjualan aku tidak memiliki stok, sehingga pengiriman barang tidak bisa dilakukan hari itu juga setelah customerku transfer, sedang kecepatan pengiriman dalam bisnis online adalah hal yang sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan customer. Tapi meski aku tidak bisa secepat itu Alhamdulillah customerku tidak ragu belanja di toko onlineku karena sebelumnya mereka rata-rata sudah mengenalku lewat novel Cinta Pada Pendengaran Pertama. Hal itu membuat aku merasa bersyukur karena tidak terlalu kesulitan mendapatkan customer untuk toko onlineku

Di awal-awal berjualan online aku hanya menjadi reseller dropship. Yakni hanya memasarkan produk jualan toko online lain, tempat dimana aku mendaftar menjadi reseller (biasa disebut supplier/pemasok barang), aku memasarkan di Facebook dan website dengan bermodalkan foto produk  dan detail/spesifikasi produk tersebut dari suplierku tanpa menyetok barang. Setelah deal antara aku dan customerku, customer mentransfer uang ke rekeningku sesuai harga produk yang kutentukan + ongkos kirim, kemudian aku mentransfer ke rekening supplier sesuai dengan harga reseller + ongkos kirim. Setelah transfer dariku masuk ke rekening suplier,  orderan customerku baru di kirim oleh supplier ke alamat customerku, dan nama pengirim yang tercantum dipaket, atas nama toko online ku tanpa menyertakan sedikit pun identitas supplier. 

 

Sistem dropship yang aku terapkan di awal bisnis online-ku, pertimbangannya:

  • Pertama, untuk mensiasati keterbatasan modal yang aku punya saat itu. Hanya bermodalkan Rp. 200.000 aku mengawali bisnisku (Rp. 100.000 untuk membeli domain, Rp. 100.000 aku gunakan untuk mendaftar sebagai reseller agar mendapatkan harga reseller/discount)
  • Kedua, untuk menghindari stok yang menumpuk jika tidak laku. Karena baru awal-awal belum memiliki customer

 

Selama satu tahun lebih aku berjualan online dengan sistem dropship, hasilnya cukup memuaskan tapi juga tidak semulus jalan tol. Customerku mulai bertambah tidak saja pembaca novelku. Mendapat kepercayaan mereka menjadi tantangan baru buatku, karakter customer yang makin beragam, respon beberapa supplier yang sangat lambat, membuat aku kelabakkan. Beberapa kali aku mendapat customer yang Subhanallah

menguji kesabaranku, karena resi pengiriman tidak bisa langsung aku berikan pada customer sehari setelah dia transfer, bisa 2-3hari karena aku pun menunggu laporan resi dari supplier, dan supplier pun tidak hanya melayani aku saja sehingga mereka agak lambat merespon. Sedang customer sudah sangat cemas belum juga mendapat resi dan aku pun tidak bisa terus menghubungi supplier untuk segera memberikan resinya karena akan terkesan tidak percaya terhadap supplier. Aku benar-benar merasa seperti buronan saat itu, tiap waktu dihubungi, dikejar-kejar resi.

 

Pernah juga aku dicurangi supplier. Karena jika dropship semua data customerku diberikan kepada supplier, salah satu supplierku ada yang menghubungi customer loyal ku, dengan maksud customerku langsung order kepada dirinya. Beberapa customer sampai pindah order karena harga yang bisa didapatkan bisa lebih murah, sebab langsung dari supplier. Memang tidak semuanya pindah, tapi tindakkan supplier cukup membuat aku kecewa. Pernah juga ada supplierku beberapa kali salah kirim, sehingga menyebabkan customerku kecewa. Semua pengalaman yang tidak menyenangkan baik untukku atau customerku selama menjadi reseller dropship selalu kujadikan pelajaran berharga untuk perbaikan. Jika ada keterlambatan resi atau keterlambatan pengiriman yang membuat customer cemas, aku selalu berusaha tidak mengabaikan chat-chat mereka sambil terus memberi pengertian, jika supplier terlalu sering salah kirim barang atau sangat lambat respon, aku tinggalkan tipe-tipe supplier yang seperti itu. Namun jika produk-produk dari supplier yang bertipe seperti itu malah banyak dicari, aku siasati dengan menyetok sendiri saat aku mulai punya tabungan dari hasil menjadi reseller dropship.

 

Sedikit demi sedikit aku mulai nyetok sendiri, disamping tetap dropship dari beberapa supplier yang masih enak untuk di ajak dropship. Keuntungan yang aku dapat setelah nyetok sendiri pun lebih sedikit daripada yang di dropship, karena terpotong biaya ongkos kirim dari supplier ke tempatku, dan ongkos untuk kurir dari tempatku ke ekspedisi. Berbeda dengan yang di dropship keuntungan bisa lebih besar karena untuk ongkos kirim hanya dari supplier ke tempat customer, dan itu sudah ditanggung oleh customer. Semua siasat tersebut aku jalani demi untuk kelangsungan toko onlineku. Tak lupa selalu kutabung pendapatanku

Kiriman olshopku saat awal-awal mulai nyetok sedikit-sedikit dan masih menggunakan nama YM Online Store dengan tampilan paperbag seadanya

 

 

Kiriman olshopku dengan paperbag lebih bagus dari sebelumnya

 

 Kiriman paket olshopku mulai bertambah banyak dengan paperbag yang makin cantik

 

Alhamdulillah hasil dari ketekunanku menggeluti bisnis online  membuahkan hasil memuaskan, beberapa bulan setelah Olshopku menginjak satu tahun, aku mulai bisa menjadi Distributor. Karena tabunganku mulai cukup untuk order banyak. Dan dari sana bisnisku berkembang pesat, customerku makin banyak karena aku mulai bisa ngasih discount untuk customerku menyesuaikan dengan discount yang aku dapat dari supplier yang lebih besar dari sebelumnya. Aku pun mulai memiliki Agen dan Reseller yang cukup banyak. Jika biasanya hanya bisa terjual puluhan piece perbulan, setelah memiliki Agen & Reseller, sekarang bisa ratusan piece perbulan

 

Stok baju dengan adik tercinta

 

Kiriman paket olshopku mulai ada yang karungan

 

Dari waktu ke waktu, paket kiriman olshopku Alhamdulillah semakin banyak

 

Dan rutin kirim banyak

 

Suatu hari kiriman olshopku didominasi dengan paket-paket besar

 

Segala pengalaman kurang menyenangkan yang aku dapat dari supplier saat aku menjadi Reseller Dropship, selalu berusaha kuhindari setelah aku menjadi Distributor/Suplier utk Agen/Resellerku. Mulai dari:

  • Menghubungi customernya Agen/Resellerku dengan maksud menawarkan langsung agar berpindah order kepadaku
  • Memberikan respon yang lambat
  • Lama menginfo-kan resi pengiriman
  • Salah-salah kirim yang berulang

Semua itu selalu berusaha kuhindari. Agar Agen & Resellerku merasa nyaman menjadi partner-ku. Karena mereka separuh nyawa bisnisku, berkat mereka toko online ku bisa bertahan.

 

Di usia toko online-ku yang ke empat, bertepatan dengan usiaku yang ke 27 (ramadhan 2016) Alhmdulillah aku bisa menginjakkan kaki di Mekkah, membawa kedua orangtua ku tercinta, hasil dari bisnis online tersebut. Orangtuaku senang dan aku merasa bahagia bisa umroh bersama orangtua berkat rezeky yang dikasih Allah kepadaku lewat bisnis online busana muslim yang aku geluti, dan berkat doa mereka, juga support keluarga & teman-temanku

 

Aku bersama kedua orangtua ku & Adik tercinta di Bandara saat berangkat umroh

 

Aku bersama kedua orangtuaku didalam pesawat

 

Aku didepan Ka'bah bersama sahabt terbaikku, kursi roda

 

Nah itu dia sekelumit kisah hidup owner Cetar Shop Cianjur yang diceritakan kepada Admin. Dan kini owner tidak lagi menyesali masa remaja nya yang dulu tidak begitu ia nikmati, karena semua memang penuh hikmah. Andai  dulu owner tidak diberi ujian dengan tidak bisa lagi berjalan, mungkin semua pencapaian owner skrg ini tidak akan pernah di dapatnya, karena bisa saja owner hanya terlalu asyik menikmati masa remaja dan mungkin owner terbuai dengan masa remaja nya yang indah tanpa memikirkan untuk melakukan hal lebih. Dan memang tidak seharusnya menyesali apa yang sudah terjadi, karena lebih baik terus melakukan yang terbaik untuk masa depan yang lebih baik dalam keadaan apapun, meski saat sedang terpuruk sekali pun. Kini owner pun lebih semangat lagi menjalankan bisnis online dan mulai merambah ke bisnis Camilan, yaitu MaRiCi-Makanan Ringan Cianjur produk yang diproduksinya sendiri. Dan Alhamdulillah respon pasar terhadap MaRiCi pun bagus.

Paket Kiriman MaRiCi untuk reseller dibeberapa wilayah di indonesia & untuk customer yang order ecer

 

Bagi sahabat CSC yang ingin mengikuti jejak langkah owner Cetar Shop Cianjur & menjadi bagian keluarga besar CSC, bisa kok. Boleh menjadi Reseller, bisa di awali dengan dropship seperti Teh Yesi. Info lengkap seputar syarat Reseller bisa klik disini. Atau kalau sebelumnya sudah pernah bergelut di dunia olshop/udah punya butik & ingin melengkapi produknya dengan produk-produk terbaik dari Cetar Shop Cianjur, bisa jadi Agen. Info lengkap seputar Agen klik disini . Ini peluang usaha yang bagus sekali lho, Sahabat

 

Jika ada pertanyaan? Silahkan ya?  langsung kontak Admin

WA: 0858 6454 5536

PIN: BBMCSC

LINE: @cetarshopcianjur

 

 

 




Komentar Artikel "Fokus di Bisnis Online, Tak Bisa Melangkah Menginjakkan Kaki di Mekkah "